WARGA KECEWA DAN MINTA APARAT PENEGAK HUKUM TURUN KE LAPANGAN

PONTIANAK-Mentarikhatistiwa.id–Pekerjaan
pembangunan Sanitasi berbasis Masyarakat Program Sanitasi Reguler (PSR), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). meninggalkan Kecewa yang Mendalam Bagi warga pekerjaan,
Kementrian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR). Direktorat Jenderal Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman (BPP) Wilayah Kalimantan Barat Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Kalimantan Barat.Sabtu(13/03/2021)Meninggal kan Kekecewaan Bagi warga RT/RW.02/01, Pekerjaan Tahun
2020, Telah merealisasikan anggaran yang Cukup besar untuk pembangunan Sanitasi berbasis Masyarakat Program Sanitasi Reguler (PSR), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

Dalam hal ini Farhan Selaku Warga angkat Bicara saat di hubungi media ini Call whatsapp,
Menjelaskan Proyek Sanitasi IPAL yang menggunakan Material Gorong gorong untuk sanitasi IPAL yang disalurkan menggunakan Pipa Paralon untuk kerumah Warga tersebut hanya dikerjakan 30 Rumah saja yang di kerjakan, sedangkan dalam gambar 70 Rumah atau 350 jiwa.”jelaa Farhan ini susah jelas ada permainan dalam pekerjaan tersebut,yang di duga ada unsur korupsi,
Lanjutnya dalam Sosialisasi awalnya dari pihak Fasilitator hanya satu kali saja dan kedua pembentukan Panitia KSM itu masyarakat tidak tau sama sekali, seakan terkesan ditutupi dan tidak Transparansi

Hal ini membuat Warga masyarakat dan saya selaku membawa aspirasi Warga RT, 02/RW, 01 merasa Kecewa, karena proyek Sanitasi IPAL yang dikerjakan Tidak Sesuai dengan harapan masyarakat terkesan dipaksakan

Jadi Gorong gorong untuk Sanitasi IPAL tidak ada Manfaatnya, hanya menghabiskan uang Rakyat Saja, karena dari hasil Rakyat membayar Pajak untuk Rakyat, ini sangat merugikan Negara kesal nya

“Dalam Pengerjaan Proyek tersebut yang dilaksanakan oleh pihak KSM, ada dua buah rumah warga yang terkena dampak pembuatan Jalan, akibatnya rumah Warga menjadi retak dan miring, satu rumah warga sudah di perbaiki dan yang Satu lagi milik pak Sofian sampai saat ini belum di perbaiki hanya janji, maka saya selaku Warga yang membawa Aspirasi merasa di permainkan pihak perusahan
Dalam hal ini farhan juga sudah berusaha menemui beberapa kali datang ke PU provinsi untuk Menemui Reza yang Bertanggung jawab dalam hal ini tapi sampai saat ini tak bisa ketemu terkesan menghindar,
Farhan juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum(APH) untuk turun kelapangan dan mengkroscek pekerjaan tersebut karna diduga ada aroma korupsi, jelasnya

Terpisah Syafriudin juga menyampaikan , selaku ketua umum Bain Ham Ri Kalbar , telah menerima pengaduan dari masyrakat terkait pekerjaan tersebut, namun masih tahap kami proses pengaduan tersebut,untuk membuatkan laporan ke pihak berwajib, saya berharap penegak hukum dapat menindak lanjuti , kalau perlu lansung sidak ke lapangan agar tau jelas apa yang masyarakat laporkan , terkait pekerjaan dinas Provinsi, yang diduga ada mar,up dan pekejaan tersebut tidak sesuai apa yang di sosialisasikan ke masyarakat tegasnya(hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published.