PT Azka Raya Kalbar Bantah Adanya Penyimpangan: Suwarno ,ST.General Superintendent PT Azka Raya Kalbar. “Pekerjaan Kami Sudah Sesuai Aturan”

Bengkayang,Mentarikhatulistiwa.id–Suwarno, ST. sebagai General Superintendent PT Azka Raya Kalbar membantah adanya penyimpangan terhadap pekerjaan proyek tahun 2020 Anjungan hingga batas Jagoi Babang seperti yang di tuding oleh Dominikus Tolek Sekretaris Ketimanggongan Provinsi Kalimantan Barat di sebuah media pada empat hari lalu.

Pada kesempatan ini Suwarno,ST. memberikan tanggapan atas Pemberitaan yang ditayangkan oleh Beritatrens.com yang tayang beberapa waktu yang lalu tentang Pekerjaan Pasangan Batu Saluran,Pekerjaan Penanganan Jembatan Tiang Tanjung dan Pekerjaan bahu Jalan.

Menurut penjelasan Suwarno,ST. untuk pekerjaan Pasangan batu itu adalah paket Pekerjaan Padat Karya, yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal/miskin yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja,dan teknologi local dalam rangka mengurangi kemiskinan,meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka stunting,dengan demikian apa yang sudah dilakukan tidak ada yang di namakan pelanggaran berdasarkan definisi ini.

Pada pekerjaan penanganan jembatan Tiang tanjung Suwarno,ST. menjelaskan bahwa pada pekerjaan ini adalah meliputi Pekerjaan pembongkaran jembatan bailey (jembatan darurat),Perbaikan atau pembuatan ulang sayap jembatan dan oprit yang tergerus arus sungai,Perbaikan dan pasangan batu pelindung abutment jembatan serta penimbunan tanah dan pemadatan pada oprit.

Dalam hal ini suwarno menjelaskan bahwa akibat banjir besar pada akhir bulan September 2020 menyebabkan dinding sayap pelindung abutmen jembatan runtuh dan dengan demikian lanjut Suwarno menjelaskan bahwa perlu penangan cepat perbaikan dinding pengaman abutmen jembatan tersebut.

Dalam penanganan pekerjaan tersebut, pekerjaan awal yang dilakukan adalah pembongkaran jembatan bailey dan di lanjutkan pekerjaan pembongkaran dinding penahan abutmen jembatan yang runtuh ke tengah sungai, pembongkaran ini dimaksudkan agar lajunya arus sungai menjadi lancar.

Selanjutnya diteruskan dengan Pekerjaan Perbaikan dan Pasangan batu dinding sayap dan pengaman abutmen jembatan yang runtuh, yang dalam pelaksanan di awasi oleh Konsultan pengawas secara rutin.

Menanggapi tentang anggapan Pekerjaan Pelebaran jalan, Suwarno,ST. menjelaskan bahwa pada Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Anjungan-Simpang Tiga – Bengkayang-Sanggau Ledo–Seluas-Batas Serawak tidak ada pekerjaan pelebaran jalan, adapun pekerjaan beton di sisi kanan dan kiri badan jalan adalah pekerjaan perkerasan bahu jalan menggunakan beton, dengan lebar variatif sesuai keadaan lapangan dengan ketebalan fariatif,” pungkasnya. (Kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published.