KSOP Kelas II Pontianak Memfasilitasi Mediasi Nelayan Tradisional Dengan Pengusaha Pelayaran

Pontianak-Mentarikhatulistiwa.id–Mediasi antara masyarakat Nelayan tradisional muara Kubu dengan pihak pengusaha Pelayaran yang di pasilitasi oleh pihak KSOP Kelas II Pontianak, belum menemukan jalan penyelesaiannya,Mediasi yang di laksanakan aula Kantor KSOP Pontianak kamis (17/06/2021)

“Mediasi kita lanjutkan besok Jumat 18 mei sekira pukul 9 pagi,” ungkap Eka Arliandi Kasi KBPP KSOP Pontianak. Dikatakannya,” pertemuan besok digelar kembali dengan menghadirkan 10 lagi Pengusaha pelayaran,” ujarnya .
Eka juga menjelaskan,”masyarakat nelayan yang menjadi korban tabrakkan menuntut ganti rugi,” papar Eka.


Lebih lanjutnya, pihak pengusaha merasa keberatan,” para pengusaha Pelayaran yang hadir merasa keberatan jika ditentukan, sebab jika demikian berarti kita melakukan kesalahan,sedangkan hal ini tidak di ketahui siapa pelaku nya, namun karena rasa kemanusian maka mereka siap membantu meringankan tapi tidak siap jika ditentukan nominalnya,”

Kami dari KSOP Juga meminta kepada masyarakat,mungkin ada kenal atau melihat karna belum ada laporan sama sekali Dan kami juga sudah membuat surat edaran titik kordinat Jermal-Jermal untuk mencegah terjadi tabrakan, pungkasnya

Di tempat yang sama Muhamad alif pratama,selaku kordinator nelayan tradisional
Mengatakan berterima kasih kepada KSOP pontianak dan intansi terkait,dari audensi undangan kita di DPR Kubu Raya,komisi II,tahap 1 dan ke 2,sehingga hari ini kita melakukan mediasi pertemuan untuk semua pihak terkait tabrak lari alat tangkap Jermal,karna dalam hal ini,tabrak lari tidak di temukan akhir nya kita meminta Ksop untuk melakukan mediasi,ada kesadaran semua pihak dalam penguna alur pelayaran yang ada di selat padang tikar wilayah kubu Raya untuk menjadi PR kita bersama,dalam hal ini yang mana ruang laut kita merupakan suatu transportasi umum,yang mana nelayan-nelayan juga,yang ruang selat nya yang sudah sempit,kalau pun sudah sempit ada tabrakan baru la ada komplain,dan hadir nya pronton-pronton perusahan pelayaran boxsit ini,alur keluar masuknya di padang tikar mereka masih merasa tidak terganggu artinya menerima karna kesadaran masyarakat sangat tinggi,akan tetapi ketika alat tangkap nya di tabrak mereka juga kesal,kejadian tersebut sudah 2 bulan lalu ,Muhamad Alif juga menjelaskan saat terjadi tabrakan sekitar jam 11 malam saat mereka ingin memasang alat jermal mereka sudah roboh dan mengaku tidak melihat hanya saja sesuai petunjuk,(hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *