Klaim Berada di Kawasan Hutan Adat,Kades dan Tokoh Masyarakat Desa Mawang Mentatai Minta TN BBBR Hetikan Aktifitas.

Melawi,Mentarikhatulistiwa.id-
Kepala Desa Mawang Mentatai Kecamatan Menukung Lono,
Minta pihak Taman Nasonal Bukit baka Bukit raya ( TN- BBBR) untuk segera memproses tapal batas antara hutan adat Desa setempat.

Persoalan tersebut di sampaikan Kedes Mawang Mentatai,beserta temenggung dan perangkat desa kepada Wartawan setelah pihaknya,temenggung dan perangkat Desa melakukan rapat membahas tapal batas Taman Nasional dan hutan adat di wilayah Desa itu.

“Pihak Taman Nasional (TN ) Bukit baka bukit raya kabupaten Melawi untuk segera menuntaskan tapal batas antara taman Nasional (TN- BBBR) yang berada dalam kawasan hutan adat harus di cabut dan dikeluarkan dari hutan adat Desa Mawang Mentatai Kecamatan Menukung kabupaten Melawi” Ujar Lono, Rabu (6/7/22)

lebih lanjut kata Kades Lono,”Apa bila tapal batas belum di tuntaskan maka kegiatan taman Nasional Bukit Baka- Bukit Raya ( TN BBBR) dalam bentuk apapun di wilayah itu harus di hentikan,bahkan kata Lono,”Pihak Taman Nasional juga di minta bertanggung jawab atas tuntutan adat” Ucapnya

Menurut Lono,ada beberapa hal yang paling mendasar hingga Pemerintah Desa Mawang Mentatai,temenggung dan perangkatnya terus mendesak Pihak (TN- BBBR) untuk menghentikan aktivitas di wilayah tersebut,mengingat keberadaan TN-BBBR berada di dalam hutan adat Desa Mawang Mentatai,berdasarkan bukti surat adat sejak tahun 1958 sebagaimana bukti surat yang telah di sampaikan ke pada Pihak taman Nasional di Nanga Pinoh

Terkait persoalan tersebut kepala Desa Mawang Mentatai sudah menyurati Kantor Balai Taman Nasional di Nanga Pinoh yang di tujukan kepada Keoala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya,pada Tanggal 22 Februari 2022 lalu,nomor Surat: 140/03/Pem/2022,Prihal ; Permohonan Tapal Batas Taman Nasional dan Hutan Adat.di sampaikan agar Pihak Taman Nasional BBBR,segera melakukan tata batas,tapal batas dalam kawasan hutan adat dan segera mencabut status Taman Nasional dalam kawasan di Maksud,dalam surat di tersebut di tegaskan juga agar Pihak Taman Nasional tidak melakukan aktivitas di wilayah dusun juoi,bloyang Desa Mawang Mentatai sebelum tapal batas di selesaikan,apa bila di ketahui ada aktivitas,kendaraan Mobil TN BBBR masuk Wilayah tersebut maka pihak Desa Mawang Mentatai akan menuntut secara adat yang berlaku.

Sementara Pihak Balai Taman Nasional BBBR melalui balasan surat Nomor : S.234/ BTNBBBR/ TU/KSA/5/2022 tanggal 13 Mei 2022 di tujukan kepada Kepala Desa Mawang Mentai menyampaikan ,

Bahwa Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Merupakan kawasan Pelestarian alam yang di tunjuk berdasarkan keputusan menteri kehutanan Nomor: 281/Kpts-II/1992 Tanggal 26 Februari 1992 dan memperoleh penetapan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Nomor ; SK.4189/ Menhut- VII/KUH/2014 Tanggal 10. Juni 2014, untuk Wilayah Provinsi Kalimantan barat.

Kemudian berkenan dengan permohonan tata batas kawasan hutan Adat Desa Mawang Mentatai,di sampaikan bahwasannya kegiatan penataan batas kawasan hutan di wilayah Kalimantan barat merupakan kewenangan dari balai pemantapan kawasan hutan wilayah III Pontianak.

Lalu mengenai pencabutan status Kawasan taman Nasional dalam kawasan hutan adat masyarakat Desa Mawang Mentatai,di jelaskan kewenangan untuk mencabut dan atau mengalih fungi kawasan hutan yang telah di tunjuk dan ditetapkan merupakan kewenangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Kendatipun demikia,pihak balai taman Nasional di Nanga Pinoh juga menyampaikan agar Pemerintah Desa Mawang Mentatai melakukan konsultasi kepada PEMDA,berkenaan dengan hutan adat di maksud.

Menyikapi hal tersebut Kades Lono dan pengurus adat di desa nya sangat khawatir,pasalnya Warganya yang akan berladang dan mengais rejeki di dalam kawasan hutan adatnya sendiri akan merasa Was was selama belum ditetapkan tapal batas di kwasan tersebut.

(Frans Som)

Leave a Reply

Your email address will not be published.