Tahu Lokal Menjadi Pengembangan Usaha Masyarakat Desa Palem Jaya Melalui Pelatihan

Sanggau,Mentarikhatulistiwa.id-Disperindagkop dan UM Kabupaten Sanggau melakukan kegiatan “Pelatihan pembuatan Tahu bagi PKK Desa Palem Jaya di Aula Paud Berseri Dusun Amang Desa Palem Jaya, Kecamatan Parindu. Kabupaten Sanggau dimana dalam kegiatan tersebut dihadir oleh Kades Nikodimus, Kamis (7/7/2022)

Kadis Perindagkop dan UM Sanggau diwakili Kepala Bidang Perndustrian, Silvester Roy Wiranto,SE.ME, Kasi Ekbang Kecamatan Parindu, Ahin, Koramil Parindu, Sarinus, Pendamping Desa, PKK dari masyarakat setempat serta narasumber dari KUB Gemilang, Nowo.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Nikodimus mengapresiasi kehadiran para undangan khususnya dari Dinas Disperindakop dan UM yang langsung membawa narasumber binaan yang telah berhasil dalam usaha tahu. Hal ini bisa menambah motivasi para calon pelaku usaha tahu di desa Palem Jaya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK dari dusun Amang adalah pengembangan usaha tahu yang sudah dimulai dari dusun Layau selama 8 tahun terakhir.

“Masyarakat kami yang mayoritas adalah sub suku Dayak mungkin yang pertama di Sanggau yang usaha sampingan nya adalah tahu”. Untuk itu bisa jadi percontohan bagi desa atau dusun di sekitar dulu tutur Kades yang sudah 2x menjabat ini.

Kasi Ekbang, Ahin menambahkan “Setidaknya bisa menjadi pasar lokal dulu dalam peningkatan ekonomi keluarga karena siapa yang tidak suka tahu zaman sekarang”.

Namun infrastruktur yang belum memadai membuat usaha tersebut masih bersifat mingguan. “Kami bekerja hari Sabtu dengan sistem kelompok ujar salah satu peserta.
Kepala Bidang Perindustrian, sapaan akrabnya Roy memberikan beberapa saran seperti, harus ada yang muncul pelaku usaha yang mandiri di rumahnya sendiri.

Ini untuk kepentingan legalitas usaha dan sertifikasi. Selain itu, Roy mengatakan bahwa ibu ibu harus memperdalam ilmu dan teknologi dengan kunjungan ke Sentra Industri tahu yang merupakan desa tetangga agar lebih efektif dan efisien.

Sejalan dengan yang lain, Danramil mengatakan bahwa pentingnya usaha masyarakat adalah meningkatkan ekonomi keluarga. “Senyum keluarga ditentukan dari ekonomi keluarganya, makanya harus orientasi kerja yang inovatif” ujarnya.

Bahkan pendamping desa menyarankan agar ke depannya kelembagaan BUMDes harus bisa mendukung kegiatan ini khususnya dalam penyediaan bahan baku.

Dalam pelaksanaan pelatihan, nampak peserta sudah terampil dalam pengerjaannya namun banyak catatan bagi narasumber dalam mengevaluasi cara kerjanya. Narsum Nowo dari sentra Gemilang mencatat poin penting seperti kapasitas tahu masih bisa ditingkatkan dan layout yang salah.

“Layout kerja ini gak standar, bisa mereduksi produktivitas. Bahan baku segitu masih bisa menghasilkan tahu lebih banyak” ujarnya dalam evaluasi. Bahkan diberikan ilmu tambahan untuk membuat tahu bulat dan tahu Pong. ” Ini ilmu rahasia ya, tapi karena kita tetangga saya berikan resepnya ya” ujarnya bercanda.

Para penyuluh industri yang hadir, Rahmi dan Irine mengatakan ini yang perlu dihadirkan yaitu bagaimana kerja sama antara pengelola tahu desa dengan sentra industri jadi tidak berebut pasar. “Ini seperti di Malang, 600 IKM bisa kolaborasi dalam satu pengelola, kita juga bisa kok” ujar Rahmi.

Kabid Perindustrian, Roy juga menambahkan “Tahu ini unik, selain pelakunya kompak, bentuk dan rasanya juga beda. Bisa aja trensetter nya nanti ke depan bisa jadi Tahu Dayak”. Hal ini direspon baik oleh para pelaku dengan canda dan tawa.
Kegiatan yang dihadiri oleh 40 orang peserta, ditutup oleh Kepala Desa dengan motivasi dan harapan ke depan.

“Semoga kita segera punya solusi atas tempat produksi dan tempat promosi karena kita punya lokasi desa yang strategis” tuturnya.

Seluruh tamu undangan kemudian diberikan oleh-oleh dari hasil pelatihan yaitu tahu goreng dan air tahu sebagai bukti bahwa mereka sudah bisa produksi. -Tris-

Leave a Reply

Your email address will not be published.