Berita  

Tak Ada Kejelasan Tapal Batas,Di Duga Kuat Kawasan Hutan Adat Desa Mawang Mentatai Telah Di Caplok,TN BB- BR di Minta Hentikan Aktivitas Atau Siap Di Sangsi Adat.

MELAWI, Mentarikhatulistiwa.id-
Konflik tapal batas kawasan hutan adat dengan Tanam Nasional Bukit Baka Bukit Bukit Raya di Desa Mawang Mentatai Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi Kalimantan Barat,telah berlangsung lama, persoalan tersebut
bermula sejak kawasan ini di nyatakan sebagai Kawasan Penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang Merupakan kawasan Pelestarian alam yang di tunjuk berdasarkan keputusan menteri kehutanan Nomor: 281/Kpts-II/1992 Tanggal 26 Februari 1992 dan memperoleh penetapan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Nomor ; SK.4189/ Menhut- VII/KUH/2014 Tanggal 10. Juni 2014, untuk Wilayah Provinsi Kalimantan barat.

Kepala Desa Mawang Mentatai Lono dan perangkat Desa Serta Temenggung Desa setempat beberapa kali melakukan rapat membahas persoalan tapal batas yang hingga saat ini belum ada kepastian dari Pihak Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

“Hingga hari ini kami belum tau di mana Patok,Tapal batas Wilayah Tanam Nasional Bukit Baka Bukit Raya sebenarnya ” Ujarnya Lono Selasa (12/7/22)

Di jelaskan Lono,Penolakan aktivitas TN – BBBR juga pernah di sampaikan oleh sejumlah warga di Kantor TN- BBBR yang beralamat di jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo Sintang pada bulan Januari tahun 2012 lalu ,selain menolak aktifitas TN- BBBR,Sejumlah tuntutan juga di sampaikan waktu itu,salah satunya tuntutan adat sebesar Rp 10 Milyar Rupiah kepada TN BBBR,
Saat itu,warga juga meminta taman Nasional TN – BBBR Keluar dari kawasan Hutan Adat Mereka pasalnya ,sepanjang kurun waktu 29 tahun keberadaan Taman Nasional TN BB- BR di Wilayah desa tersebut di rasa tak berdampak bagi kesejahteraan Masyarakat setempat

Pada akhirnya apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat nyaris terbukti,keberadaan Taman Nasional di wilayah Desa Mawang Mentatai menjadi polemik bagi Masyarakat setempat,yang umumnya masyarakat setempat adalah peladang kini mereka tak berani takut di tangkap dan di penjara karena masuk wilayah Taman Nasional, demikian juga aktivitas lain, seperti mencari damar,rotan dan menebang pohon untuk keperluan membangun rumah pun takut,rasa kekhawatiran selalu menghantui di benak pikiran mereka.

Mirisnya lagi kata Lono,saat ini melalui salah satu Yayasan yakni Yayasan Alam Sehat Lestari ( ASRI) di disinyalir telah membujuk masyarakat setempat untuk merencanakan penanam kayu keras dan buah buhan lokal di wilayah Desa Setempat dan berancana melakukan pembelian mesin Chainsaw Masyarakat ( Chainsaw buy back) yang menimbulkan keresahan masyarakat ” Jelas Kades Lono

Pengakuan kepemilikan hutan adat oleh Masyarakat Mawang Mentatai sangat mendasar dengan bukti Surat kepemilikan hak yang di tandatangani oleh Camat,Kepala kampung, Kepala Polisi dan temenggung kala itu Kecamatan Menukung masih di bawah kewedanan Melawi Kabupaten Sintang pada tanggal 21 Maret Tahun 1958 serta Surat keputusan Mahkamah konstitusi nomor 35/ PUU – X /2012 Tanggal 16 Mei 2013 Tentang hutan Adat dan Peraturan turunannya yaitu surat edaran Menteri Kehutanan Republik Indonesia No SE. 1/ Menhut – 11/2013 Tentang Keputusan Mahkamah Nomor 35/ PUU -X/2012 Tanggal 16 Mei 2013 serta peraturan perundangan lainnya yang mengakui keberadaan masyarakat hukum adat beserta hak hak tradisional lainnya.
Dan Dasar Surat Hak Milik Hutan Adat ketemenggungan Desa Mawang Mentatai
Nomor : 522 /Tmg – Mlw – 01/ 1998

Sementara Kepala Kantor TN- BB- BR di Nanga Pinoh saat akan di temui untuk di konfirmasi terkait hal tersebut sedang tidak berada di tempat.

Salah Satu sataf Polhut di kantor TN- BBBR Nanga Pinoh Mengatakan kepala kantornya sedang berada di sintang mengikuti rapat.

Kades Lono Juga menegaskan,” Apabila belum ada penjelasan tentang tapal batas Wilayah Desa nya,maka pihak TN BB- BR tidak di perbolehkan melakukan aktivitas apapun di wilayah itu,termasuk patroli,bila mana di ketahui atau di temukan aktifitas patroli atau kegiatan lainnya makan Kami akan melakukan tuntutan adat kepada Pihak Tamana Nasional Bukit Baka Bukit Raya” Ujarnya Tegas.

(Frans Som)

Leave a Reply

Your email address will not be published.