Berita  

BNNK Sanggau Melaksanakan Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba

SANGGAU, mentarikhatulistiwa.id-BNNK Sanggau terus menerus memberikan ketahanan pangan keluarga anti Narkoba , Kepala BNNK Sanggau Rudolf Melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sanggau melaksanakan Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Sesi 2 di Aula Kantor Desa Tanjung Merpati. Senin (12/07/2022)

Seluruh Personel P2M BNNK Sanggau
mengikuti Kegiatan-Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Sesi ke 2.

Sebagai Narasumber  kegiatan
– Ketua Pokja Sie P2M BNNK Sanggau, Dwianggi Dyana Wiku Siregar, S.I.Kom
– Praktisi Psikolog Mandiri, Ibu Pratiningsih , S.Psi, M.Psi, Psikolog
– Ketua Pokja 1 Tim Penggerak PKK Kab. Sanggau, Bapak Mochamad Saiful Alam, S.K.M

Ramai Peserta yang
terdiri dari 10 Kepala Keluarga dan anak di Desa Tanjung Merpati.

Kegiatan diawali dengan penyampaian teknis acara sesi 2 oleh Ketua Pokja P2M Ibu Dwianggi Dyana Wiku Siregar, S.I.Kom. Selanjutnya masuk pada sesi pemberian materi pertama dan kedua, dilanjutkan dengan sesi intervensi orang tua dan anak. Kemudian ditutup dengan sesi keluarga dan foto bersama.

Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba diikuti sebanyak 20 peserta terdiri dari 10 Kepala Keluarga dan 10 orang anak yang berada di Wilayah Desa Tanjung Merpati yang juga dinobatkan sebagai Desa Bersinar Tahun 2021 di Kabupaten Sanggau. Tutur Dwianggi Ibu Yang Ramah.

Lanjutnya Prinsip utama pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah meningkatkan faktor protektif dan meminimalisasi faktor risiko.  Oleh karena itu, BNNK Sanggau aktif menyampaikan bahwa seluruhnya harus mengenali faktor-faktor tersebut.

Mengenali faktor  pelindung  dan risiko tersebut dapat melalui pengenalan karakter dan minat anggota keluarga khususnya anak, memperhatikan pola asuh dalam keluarga, mengetahui harapan keluarga, serta tata nilai dalam keluarga.

Selain keluarga, lingkungan umum juga harus dikenali dengan mengenali teman-teman anggota keluarga dan sekolah anak-anak dalam keluarga tersebut. Imbuhnya

Diaman  ketahanan  keluarga  mengacu  pada pola  tingkah laku positif dan kompetensi  fungsional yang  ditampilkan  individu dan keluarga ketika mengalami peristiwa yang menekan, yang menandakan kemampuan keluarga untuk pulih. (Red)BNNK Sanggau Melaksanakan Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba

SANGGAU, mentarikhatulistiwa.id-BNNK Sanggau terus menerus memberikan ketahanan pangan keluarga anti Narkoba , Kepala BNNK Sanggau Rudolf Melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sanggau melaksanakan Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Sesi 2 di Aula Kantor Desa Tanjung Merpati. Senin (12/07/2022) Seluruh Personel P2M BNNK Sanggau mengikuti Kegiatan-Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Sesi ke 2.

Sebagai Narasumber  kegiatan – Ketua Pokja Sie P2M BNNK Sanggau, Dwianggi Dyana Wiku Siregar, S.I.Kom – Praktisi Psikolog Mandiri, Ibu Pratiningsih , S.Psi, M.Psi, Psikolog – Ketua Pokja 1 Tim Penggerak PKK Kab. Sanggau, Bapak Mochamad Saiful Alam, S.K.M

Ramai Peserta yang terdiri dari 10 Kepala Keluarga dan anak di Desa Tanjung Merpati.

Kegiatan diawali dengan penyampaian teknis acara sesi 2 oleh Ketua Pokja P2M Ibu Dwianggi Dyana Wiku Siregar, S.I.Kom. Selanjutnya masuk pada sesi pemberian materi pertama dan kedua, dilanjutkan dengan sesi intervensi orang tua dan anak. Kemudian ditutup dengan sesi keluarga dan foto bersama.

Kegiatan Intervensi Pelaksanaan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba diikuti sebanyak 20 peserta terdiri dari 10 Kepala Keluarga dan 10 orang anak yang berada di Wilayah Desa Tanjung Merpati yang juga dinobatkan sebagai Desa Bersinar Tahun 2021 di Kabupaten Sanggau. Tutur Dwianggi Ibu Yang Ramah.

Lanjutnya Prinsip utama pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah meningkatkan faktor protektif dan meminimalisasi faktor risiko.  Oleh karena itu, BNNK Sanggau aktif menyampaikan bahwa seluruhnya harus mengenali faktor-faktor tersebut.

Mengenali faktor  pelindung  dan risiko tersebut dapat melalui pengenalan karakter dan minat anggota keluarga khususnya anak, memperhatikan pola asuh dalam keluarga, mengetahui harapan keluarga, serta tata nilai dalam keluarga.

Selain keluarga, lingkungan umum juga harus dikenali dengan mengenali teman-teman anggota keluarga dan sekolah anak-anak dalam keluarga tersebut. Imbuhnya

Diaman  ketahanan  keluarga  mengacu  pada pola  tingkah laku positif dan kompetensi  fungsional yang  ditampilkan  individu dan keluarga ketika mengalami peristiwa yang menekan, yang menandakan kemampuan keluarga untuk pulih. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published.