Berita  

Petrus Simun Ikut Dalam Memberikan Aspirasi Keluh Kesahnya Kepada (KSP) Kantor Stap Presiden Dijakarta

SANGGAU,KALBAR,Mentarikhatulistiwa.id-Tak kalah juga penyampaian dari kepala Desa Riam sejawak kecamatan Ketungau Hulu yakni Petrus simon yang ikut dalam memberikan aspirasi keluh kesahnya kepada (KSP) Kantor Stap Presiden dijakarta yakni”dengan visi dan misi hingga mengusulkan kepemerintah pusat tentang bolder, yg intinya bisa dibangun disitu kami tidak juga bisa menghalangi untuk pembangunan itu,namun dalam hal itu mengingat (SDM) Sumber Daya Manusia kami sangat kurang,jadi kami juga berharap jika ketika sudah dibangun bolder itu nantinya kita minta andil dari pembangunan tersebut.jika sudah terbentuknya kantor itu tentunya tenaga kerja yang ada di situ juga dapat di bagi 2 baik itu 50 persen untuk tenaga luar dan 50;persen lagi untuk tenaga dalam warga setempat yang artinya orang yang bekerja orang yang di wilayah itu sendiri.ujarnya.”

“Yang kedua terkait dengan hutan lindung atau hutan kawasan,bahwa kami perlu langsung membahasnya dalam hal ini sungguh tidak diketahui oleh pemerintah desa kecamatan Ketungau Hulu, makanya kami minta untuk mengusulkan yang mana hutan lindung tersebut agar tidak dapat dikeluarkan.Tegasnya.”

“Karena hal itu kami sangat tidak setuju,apa lagi barang yang sudah di buat oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat,karena kawasan itu jika ada minat utuk membeli seharusnya minta persetujuan kita jika tidak diklaim langsung atau dijadikan bok kordinatnya.” Jadi hal itu kami minta untuk di dapat keluarkan,agar kami bisa buat peta ulang dan menentukan titik koordinatnya antar batas atau titik batok dikampung atau didesa- desa tersebut.” Itulah yang kami tuntut supaya dikeluarkan dari hutan lindung atau hutan kawasan tersebut. imbuhnya.”

“Petrus Simon menambahkan,” minta kepada Kementrian dalam bentuk pendidikan dalam bidang (STM) Sekolah Teknik Menengah agar kedepannya dapat diperhatikan lebih lagi,seperti ada masuknya bea siswa termasuk IPDN atau staf perpajakan dari pusat, yang surat usulan itu juga sudah masuk ke pusat dan sudah ditanggapi oleh mereka, tinggal menunggu hasil dari pusat atau tindakan selanjutannya.” Dan terakhir beliau juga menyampaikan tentang adat istiadat terkait insentif atau tunjangan untuk pengurus adat tentunya hal ini memicu tedapat kekurangan pemasukan pengurus adat, terutama bagi Timanggong adat dan Kepala adat yang selama ini sungguh tidak diperhatikan sama sekali dan tidak layak untuk didapatkan oleh pengurus adat Ketungau Hulu dengan nilai Rp 100.000 ( Seratus Ribu Rupiah )per bulannya, ini sungguh minim sekali yang diberikan desa kepada pengurus adat tersebut,karena untuk hal semacam ini juga sudah tertuang dalam (Perbup) Peraturan Bupati namun dengan demikian kita tidak bisa menambah dan mengurangkan isi dari (Perbup)Peraturan Bupati atau ( PP) Peraturan Pemerintah daerah tersebut, Ungkap.” kades Riam sejawak.

Masih ditempat yang sama,yang tak kalah pentingnya juga dari pihak perkebunan PT.(PLJ)Permata Lestari Jaya tentunya turut hadir mengutarakan hasil pertemuan mereka ke KSP dijakarta pusat pada tanggal 25 kemaren.Dengan demikian Agustinus Samosir yang biasa di panggill akrabnya Samosir, yang termasuk bekerja sebagai stap asisten PT. PLJ. Ia mengatakan” yang mana PT tersebut tepatnya berada di daerah Ketungau Hulu kabupaten Sintang, terletak di desa IDAI, desa Nangabayan, Desa Sungai Kelik,Desa sungai Paloh dan desa sungai Sekay.” Dan selanjutnya,dari beberapa desa tersebut kita menjalin kerja sama yang baik,seperti baik itu dari kemitraan sampai ke pembangunannya,sementara itu juga selama ini kita menjalin hubungan dengan kearifan lokal yakni salah satu tokoh adat dan budaya kita ikuti dari pembangunannya sampai membangun kemasyarakatnya.”

” Dengan adanya perusahaan diwilayah masyarakat adat disekitar,hingga dampak perusahaan tersebut nyata berdampak positif dari munculnya saat ini adanya Destoratif justisnya, sehingga dulu sebelumnya warga masih selalu berladang dan sekarang sudah bisa menjadi karyawan perusahaan tentunya, dengan bisa mendapat gaji tiap bulannya atau penghasilan tetap.”

“Hingga kali kita mengingat kembali masa jaman nenek moyang dahulu kala untuk mendapatkan penghasilan sebesar Rp 200.000 ( Dua ratus Ribu )itu sangat sulit didapatkan, Nah sekarang dengan adanya perusahaan yang masuk dan sudah berjalan selama ini, sudah bisa memajukan daerah sekitarnya.Dan ini sangat- sangat mendukung sekali, baik itu dari segi pembagunan perekonomian masyarakat,pemerintah serta perusahaannya yang berapresiasi dengan tokoh- tokoh adat tentunya bersama ketua DAD yang selalu menjunjung tinggi nilai- nilai adat, bahkan netral dalam mengambil setiap sudut pandang yang berbeda- beda.”Hal itu bisa dilihat dari kearifan lokal dan hukum adat setempat, jadi untuk pihak perusahaan juga sangat menjunjung tinggi,karena itu sangat perlu untuk dapat diterapkan.”Kemudian dari adat inilah kita bisa membangun dari mekanismenya seperti toleransi, bahkan dapat menyadarkan masyarakat betapa pentingnya tentang perkembangan teknologi saat ini yakni sistem android melalui internet, sehingga kita disini dapat menyampaikan ke masyarakat luas melalui alat tersebut.”

“Dan jangan sampai juga beranggapan seperti katak dalam tempurung yang sukanya bermain- main,hingga hal itu juga sudah pernah terjadi dibeberapa oknum dimasyarakatnya.” Akan tetapi disitulah kita berharap perlunya bisa kerja sama dengan perusahaan, masyarakat,pemerintah,saling bahu- membahu untuk membangun dilngkungan perbatasan ini, karena siapa lagi kalo bukan dari kita untuk kita dan bukan untuk siapa- siapa.”

“Jadi pembangunan ini adalah semata – mata untuk kita semua, untuk masa depan anak cucu kita kedepannya,dan juga termasuk untuk kita yang ada saat ini. Dan terakhir harapan saya dikalangan tokoh masyarakat baik di muspika, Muspida, dan DAD kecamatan.Jika ada suatu masalah yang terjadi di lingkungan kita,alangkah baiknya kita selalu bertoleransi bergandengan tangan, jangan sampai ada hal yang bisa menjerat leher dirisendiri dan jangan pernah saling menyalahkan kawan – kawan atau warga lainnya.Sesuai dengan semboyan adat Dayak landak yakni adil Ka’ Talino, Bacu ramin KA Saruga Basengat KA’ Jubata..Arus.. arus.. arus..”Nah disitulah kita harus mengembankan budaya adat istiadat,dengan menjunjung tinggi adat dan kita prinsipkan dalam diri kita ini dan bisa di terapkan di kehidupan kita, supaya kemajuan kalimantan barat Pulau Borneo ini bisa berjalan pesat baik untuk kedepannya kelak.Tutup,”Askep perkebunan PT. Permata Lestari Jaya kepada Mentarikhatulistiwa.id.

Korwil Kalbar: Mentarikhatistiwa.id Fernando Manurung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.