Berita  

Kepala Sekolah Dasar,SDN 03,Jalan Tanjung Raya II, Kelurahan Saigon, Diduga Menyalahgunakan Wewenang Dana Boos

Pontianak-Mentarikhatulistiwa.id-Lagi-Lagi Dunia pendidikan Kota Pontianak kembali tercoreng. oleh oknum kepala sekolah Dasar,SDN 03,Jalan Tanjung Raya II, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur Kalimantan Barat,diduga menyalahgunakan wewenang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Informasi dari beberapa sumber yang enggan namanya disebutkan, dana Bantuan Operasional di sekolah tersebut terindikasi dikelola, dikuasai, dan dimonopoli oleh kepala sekolah secara langsung,

Dari data yang diperoleh media, terdapat beberapa item penggunaan dana BOS yang dianggarkan tidak sesuai dengan penerapan dilapangan, yaitu sebagai Berikut:

1.di duga Prosedur pembuatan RAB Dana BOS tidak sesuai dengan juknis dan tidak transfaran serta tidak dapat diakses atau diketahui oleh wali murid baik secara global maupun detail.

2.Program Indonesia Pintar. PIP yang notabne untuk siswa tidak mampu, diminta untuk menyerahkan sebesar 50 ribu namun karena banyak yang menolak diangka tersebut, maka mereka memberi dengan kisaran 20 ribu s/d 50 ribu.

3.Pembuatan program Pojok Membaca yang seharusnya dapat menggunakan dana BOS seperti yang tertera di dalam juknis penggunaannya, namun di duga dana tersebut dilakukan dengan meminta sumbangan dari wali murid. Hal ini dilakukan dengan alasan , bahwa dana BOS tidak ada.

4.di duga Pemotongan gaji guru honor. Pemotongan gaji guru honor ± Rp 500.000,- perorang dilakukan sepihak oleh kepala sekolah dengan alasan yang tidak jelas dan berubah-ubah.

5.di duga Pungutan liar lainnya. Seperti meminta uang jasa memberi pekerjaan kepada tukang cat dengan meminta uang dari tukang tersebut sejumlah Rp 50.000,-perorang.

  1. Murid pindahan diminta uang sebesar Rp.500.000,- untuk baju olah raga dan bantik sebesar Rp. 400.000,- dan Rp.100.000,- alasan kepala sekolah untuk memperbaiki meja kursi yang rusak. Padahal untuk memperbaiki meja kursi dapat menggunakan dana BOS. Dan faktanya juga tidak ada meja kursi yang diperbaiki.

Saat awak Media Mentarikhatulistiwa.id-Melakukan Konfirmasi Terhadap kepala Sekolah,SDN 03 Di ruang Kerjanya, Hj.Khairunisa, M.Pd ,Mengatakan saat di temui wartawan,mengakui di poin 2 dan 3 ada nya pungutan terhadap siswa siswi tersebut , namun dasar nya ada kesepakatan dengan wali murid , tanpa paksaan terang nya,

Lanjutnya, di poin 1 terkait dana bos , sudah tersaluri sesuai juknis yang di tetapkan oleh pemerintah , dan poin ke 5 juga beliau juga mengakui setiap siswa yang pindah untuk membeli perlengkapan , seperti baju batik , baju olah raga , dan uang Rp.100 ribu Rupiah untuk perbaikan kursi dan meja belajar , menurut beliau kita ad bukti nya meja dan kursi yang rusak yang kita perbaiki.tapi saat awak media ingin meliat buktinya Kepsek tersebut engan untuk menunjukan kan bukti dan mengatakan, Dalam Hal ini Untuk Bukti Tidak perlu saya liat kan,Bukti bisa dilihat Ada jalurnya ungkapnya,

Dan terkait dengan gaji honor guru , kepala Sekolah SDN 03 ini mengatakan tidak benar bahwa ada pemotongan Rp 500 ribu perorang,karena menurutnya Gaji honor Tersebut lansung di terima lewat rekening masing2Pungkas nya.

Syafriudin selaku ketua DPW Bain Ham RI Kalbar , mengatakan saat diri nya mendapatkan pengaduan dari beberapa wali murid , dan guru honor , beliau lansung ketemu dan tatap muka dengan wali murid , seperti apa pengaduannya ,.menurut syafriudin dengan keterangan dari wali murid dan guru honor , mereka merasa terzholimi dengan kelakuan dan kebijakan dari kepsek terangnya,hingga Berita ini di turunkan blom ada konfirmasi kediknas pendidikan kota pontianak,(hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *